FAUNA       HIBURAN       SEJARAH    •   Cari Artikel...

15 September 2012

Perang 6 Hari, Catatan Emas Israel dalam Konflik Timur Tengah




Truk Mesir yang terbakar akibat serangan udara Israel. (Sumber)

Timur Tengah adalah sebutan untuk wilayah yang mencakup Afrika Utara & Asia Barat. Sebagai akibat dari posisinya yang strategis & kandungan minyaknya yang tinggi, Timur Tengah dalam sejarahnya kerap dilanda aneka konflik bersenjata. Dari sekian banya konflik yang pernah melanda kawasan Timur Tengah, salah satu konflik yang hanya berlangsung singkat namun sangat terkenal adalah Perang 6 Hari.

Perang 6 Hari atau Perang Arab-Israel 1967 adalah perang yang berlangsung selama 6 hari, tepatnya antara tanggal 5 - 10 Juni 1967. Konflik tersebut merupakan bagian dari rangkaian konflik bersenjata antara Israel melawan negara-negara Arab yang diwakili oleh Mesir, Suriah, & Yordania. Pasca perang yang dimenangkan oleh Israel tersebut, wilayah Israel bertambah luas, sementara wilayah negara-negara Arab tetangganya menyusut.



LATAR BELAKANG

Akar dari Perang 6 Hari bisa ditelusuri sejak tahun 1948 di mana pada tahun tersebut, komunitas pemukim Yahudi di Palestina memproklamasikan berdirinya negara Israel. Negara-negara besar seperti AS & Uni Soviet menyatakan pengakuannya atas proklamasi tersebut, namun tidak dengan negara-negara Arab yang menganggap pembentukan Israel sebagai ilegal karena didirikan sebelum masalah sengketa wilayah antara orang-orang Yahudi & Arab Palestina yang sudah berlangsung sejak permulaan abad ke-20 benar-benar terselesaikan.

Tentara Israel dalam Perang Arab-
Israel di tahun 1948. (Sumber)
Penolakan pendirian Israel ditunjukkan dengan invasi negara-negara Arab ke wilayah Israel pada tahun yang sama. Setahun kemudian alias pada tahun 1949, perang akhirnya berhenti, namun masalah sengketa antara Israel dengan komunitas Arab tetap belum terselesaikan. Selama periode pasca perang tersebut, para pengungsi Arab Palestina juga mulai melakukan serangan sembunyi-sembunyi ke wilayah Israel dengan memakai wilayah negara-negara Arab di sekitar Israel sebagai markasnya, salah satunya dari wilayah Yordania.

Serangan demi serangan yang dilakukan oleh para gerilyawan Palestina lantas memancing Israel untuk melakukan serangan balasan ke desa As-Samu, Yordania, pada tahun 1966. Serangan Israel ke wilayah Yordania tersebut tak pelak memancing kemarahan pemerintah Yordania, terlebih karena ada tentara Yordania yang dilaporkan tewas akibat serangan tersebut. Maka, tak lama sesudah peristiwa serangan di As-Samu, Yordania mulai memobilisasi pasukannya di sepanjang perbatasan Yordania-Israel & mulai meningkatkan kontak dengan negara-negara Arab lainnya kalau-kalau perang melawan Israel meletus kembali.

Selain dari Yordania, Israel juga mendapatkan serangan-serangan sporadis dari para gerilyawan Palestina yang bermukim di Suriah. Merasa kesal dengan Suriah yang dianggap sengaja menyokong para gerilyawan tersebut, pada tahun 1967 Israel mengancam akan mengambil tindakan militer bila tidak ada respon lebih lanjut dari pemerintah Suriah untuk membatasi aktivitas gerilyawan-gerilyawan Palestina di wilayahnya. Tak lama sesudah keluarnya ancaman tersebut, Suriah & sekutunya Uni Soviet memperingatkan Mesir kalau Israel berencana melakukan serangan besar-besaran ke Suriah.

Peta lokasi dari Selat Tiran (ditandai
oleh kotak kecil). (Sumber)
Karena Mesir & Suriah memiliki perjanjian militer akan saling membantu bila salah satu dari keduanya diserang, maka kabar tersebut langsung direspon Mesir dengan mulai memobilisasi pasukannya di Semenanjung Sinai, wilayah timur Mesir yang berbatasan langsung dengan Israel. Selain karena masalah solidaritas dengan Palestina & Suriah, Mesir juga memiliki dendam pribadi dengan Israel karena Israel dulu pernah menyerang wilayah Mesir bersama-sama dengan Inggris & Prancis pada tahun 1956 ketika terjadi krisis status kepemilikan Terusan Suez.

Bulan Mei 1967, Mesir meminta pasukan perdamaian PBB yang beroperasi di Sinai, Mesir timur, untuk segera meninggalkan lokasi tersebut. Masih di bulan yang sama, Mesir juga melarang kapal-kapal berbendera Israel untuk beroperasi di Selat Tiran yang terletak di antara Sinai (Mesir) & Arab Saudi. Merasa khawatir dengan perkembangan tersebut, pada bulan Juni 1967 parlemen Israel setuju untuk memulai serangan lebih dulu dengan harapan bisa melumpuhkan pasukan negara-negara Arab sebelum mereka menyerang Israel lebih dulu. Dengan keluarnya keputusan tersebut, pecahnya Perang Arab-Israel episode baru pun tak terelakkan lagi...



BERJALANNYA PERANG

Front Barat (Jalur Gaza & Semenanjung Sinai, Mesir)

Tanggal 5 Juni 1967 di bawah kode sandi "Operasi Fokus", pesawat-pesawat tempur Israel secara mendadak melancarkan serangan ke pangkalan-pangkalan udara milik Mesir. Akibat serangan tersebut, Mesir yang sebelum perang merupakan negara Arab dengan kekuatan militer terlengkap & termodern kehilangan sebagian besar pesawat tempurnya. Total, ada 338 pesawat Mesir yang hancur akibat serangan tersebut. Hancurnya pesawat-pesawat tempur Mesir di lain pihak memberikan keuntungan bagi Israel yang kini bisa mendominasi front udara di sisa Perang 6 Hari.

Pesawat Mesir yang hancur akibat
serangan udara Israel. (Sumber)
Pada tanggal yang sama, pasukan darat Israel yang sudah disiagakan di sepanjang perbatasan Israel-Mesir juga mulai bergerak memasuki wilayah Mesir dengan harapan bisa memanfaatkan kelengahan Mesir yang masih terkaget-kaget akan serangan udara mendadak Israel. Awalnya Mesir mengira kalau Israel akan menyerang wilayah darat Mesir dari arah Sinai tengah & selatan seperti dalam konflik Suez di tahun 1956. Namun tanpa disangka-sangka, Israel ternyata melancarkan serangan dari arah Sinai utara & tengah.

Pasukan Israel awalnya mengalami kesulitan saat harus bergerak lebih jauh di Sinai karena terhalang oleh pasukan Mesir yang terkonsentrasi di Abu-Ageila. Namun dengan cerdik, mula-mula Israel menerjunkan pasukan penerjun payungnya di belakang garis depan pertempuran untuk menyabotase artileri milik pasukan Mesir. Rusaknya artileri pasukan Mesir lantas diikuti dengan pergerakan pasukan darat Israel yang mulai mengepung Abu-Ageila dari segala penjuru.

Pasukan Mesir di Abu-Ageila yang sudah dikeroyok dari segala arah sempat berusaha melawan sekuat tenaga. Namun setelah melalui pertempuran sengit selama 3,5 hari, pasukan Mesir akhirnya memilih untuk mundur meninggalkan Sinai & Abu-Ageila pun jatuh ke tangan Israel. Dengan mundurnya pasukan Mesir, selebihnya berjalan relatif mudah bagi Israel & pasukan Israel terus bergerak secara perlahan tapi pasti ke arah Sinai barat. Memasuki tanggal 8 Juni 1967, wilayah Semenanjung Sinai akhirnya berhasil dikuasai sepenuhnya oleh Israel.

Kapal USS Liberty sehari sesudah
insiden penyerangan. (Sumber)
Tanggal 8 Juni juga diwarnai dengan insiden penyerangan kapal perang AS, USS Liberty, oleh armada Israel di Laut Mediterania. Akibat serangan tersebut, USS Liberty mengalami kerusakan & 34 awak kapalnya harus kehilangan nyawa. Israel meminta maaf akan serangan tersebut sambil berdalih kalau mereka mengira bahwa USS Liberty adalah kapal perang Mesir. Permintaan maaf Israel tersebut diterima oleh pemerintah AS, namun peristiwa serangan USS Liberty tetap menjadi kontroversi hingga sekarang karena adanya pendapat bahwa serangan tersebut sebenarnya dilakukan secara sengaja oleh pasukan Israel.


Front Timur (Tepi Barat, Yordania)

Tanggal 5 Juni 1967 pagi, pasukan Yordania mulai membombardir wilayah timur Israel dengan tembakan artileri. Hujan tembakan artileri tersebut lalu diikuti oleh serangan udara oleh pasukan Yordania tak lama berselang. Israel lantas membalas serangan-serangan tersebut dengan serangkaian gelombang serangan udara & tembakan misil darat yang sukses menghancurkan beberapa pesawat tempur & stasiun radar milik Yordania.

Memasuki sore hari, Israel mulai melancarkan serangan darat besar-besaran untuk merebut Yerusalem. Pertempuran berjalan sengit & pasukan Israel awalnya kesulitan untuk menembus garis pertahanan pasukan Yordania yang berpengamanan tinggi & dilengkapi dengan ranjau. Namun, pasukan Israel yang dibantu oleh serangan udara akhirnya berhasil menembus garis pertahanan tersebut & mencapai tepi Yerusalem pada tanggal 7 Juni. Salah satu kunci keberhasilan dari serangan tersebut adalah karena pesawat tempur Israel menargetkan tangki bahan bakar eksternal milik tank-tank Yordania sehingga tank-tank tersebut tak bisa lagi dioperasikan.

Tank-tank milik pasukan Yordania. (Sumber)
Di daerah sekitar Yerusalem, pertempuran sengit masih tetap berlangsung. Pasukan Yordania yang masih tersisa awalnya masih sanggup bertahan & bahkan sempat berhasil menghancurkan kendaraan-kendaraan tempur Israel yang berdatangan. Namun, serangan udara besar-besaran yang dilakukan oleh pasukan Israel selama 2 jam akhirnya menamatkan perlawanan pasukan Yordania tersebut. Merasa tidak sanggup lagi bertahan lebih lama menghadapi gempuran pasukan Israel, pasukan Yordania akhirnya memilih untuk mundur & seluruh wilayah Tepi Barat pun jatuh ke tangan Israel.


Front Timur Laut (Dataran Tinggi Golan, Suriah)

Menyusul beredarnya informasi yang tidak akurat kalau pasukan Mesir berhasil menundukkan pasukan Israel & sedang bersiap menyerbu Tel Aviv, ibukota Israel saat itu, Suriah akhirnya memutuskan untuk mulai ikut terjun ke medan perang. Sebagai serangan pembuka, Suriah mengirimkan pesawat-pesawat tempurnya untuk membombardir pemukiman Israel di Galilea, namun pesawat-pesawat tempur Israel dengan sigap mencegatnya & sukses menembak jatuh 3 pesawat tempur milik Suriah.

Pada sore hari tanggal 5 Juni, Israel melancarkan serangan udara balasan ke wilayah Suriah. Pesawat-pesawat tempur mereka membombardir pangkalan-pangkalan udara milik Suriah untuk menghancurkan pesawat-pesawat tempur yang masih diparkir - meniru taktik yang mereka lakukan di hari-hari awal peperangan di front Mesir. Akibat serangan tersebut, Suriah kehilangan 30 lebih pesawat militernya & pesawat-pesawat Suriah yang masih tersisa diperintahkan untuk diparkir di wilayah Suriah yang lebih dalam.

Tentara Suriah yang sedang menyerahkan
diri di hadapan pasukan Israel. (Sumber)
Tanggal 9 Juni dini hari, Suriah yang sejak 5 hari sebelumnya terlibat kontak senjata kecil-kecilan dengan pasukan darat Israel mengeluarkan pernyataan gencatan senjata. Namun gencatan senjata tersebut ditolak oleh Israel yang berdalih ingin "menghukum" Suriah atas keterlibatan mereka dalam Perang 6 Hari. Maka masih di tanggal yang sama, dengan modal bocoran informasi dari Eli Cohen - mata-mata Israel yang menyamar sebagai petinggi militer Suriah - pasukan Israel mulai bersiap untuk menguasai Dataran Tinggi Golan yang terletak di perbatasan Israel & Suriah.

Tanggal 9 Juni pagi, Israel memulai agresinya dengan melancarkan serangan udara besar-besaran selama 2 jam yang sukses menghancurkan sejumlah meriam artileri & gudang logistik milik Suriah. Serangan udara tersebut juga memakan korban jiwa dalam jumlah besar sehingga imbasnya, moral pasukan Suriah mulai jatuh & banyak dari mereka yang mulai membelot atau kabur dari medan perang. Di lain pihak, tak lama sesudah serangan udara dilancarkan, pasukan darat Israel mulai digerakkan untuk menembus garis pertahanan yang dibangun oleh pasukan Suriah.

Pertempuran darat berjalan sulit bagi kedua belah pihak, terutama karena kondisi Dataran Tinggi Golan yang berbukit-bukit. Kendati demikian, Israel masih tetap menunjukkan superioritasnya & secara perlahan tapi pasti mereka terus bergerak lebih dalam ke wilayah Suriah. Pasukan Suriah di lain pihak hanya bisa sesekali menahan serangan pasukan Israel sebelum kemudian mundur. Memasuki tanggal 10 Juni, seluruh wilayah Golan akhirnya berhasil dikuasai oleh Israel dengan sedikit usaha karena seluruh pasukan Suriah yang masih ada di Golan ternyata sudah melarikan diri pada hari itu. Dikuasainya Golan sekaligus menandai berakhirnya Perang 6 Hari dengan kemenangan telak Israel atas tetangga-tetangganya.



KONDISI PASCA PERANG

Peta wilayah Israel sebelum & sesudah Perang 6 Hari. (Sumber)
Perang 6 Hari jika ditotal berlangsung selama sekitar 132,5 jam alias sekitar 5,5 hari. Jumlah korban tewas di pihak Israel akibat Perang 6 Hari mencapai 900 jiwa lebih, namun jumlah tersebut bisa dikatakan tidak seberapa bila dibandingkan dengan jumlah korban tewas di pihak negara-negara Arab lawannya. Mesir kehilangan 15.000 tentaranya, Yordania kehilangan 6.000 tentaranya, sementara Suriah kehilangan 2.500 tentaranya. Selain korban tewas yang jumlahnya mencapai puluhan ribu, negara-negara Arab tersebut juga kehilangan lebih dari 5.000 buah tanknya.

Menurut para pengamat, ada beberapa penyebab kenapa Israel bisa menang kendati dikeroyok oleh negara-negara tetangganya. Pertama, Israel memaksimalkan keunggulannya di udara dengan menghancurkan pesawat-pesawat tempur musuh di hari awal perang. Kedua, kurangnya koordinasi & semangat juang dari militer negara-negara Arab lawannya. Terakhir, Israel memperoleh keunggulan informasi intelijen mengenai kondisi internal negara-negara lawannya. Dari pihak yang berperang, Mesir & Suriah menuduh Israel bisa menang dalam Perang 6 Hari karena memperoleh bantuan dari AS & Inggris.

Pasca Perang 6 Hari, wilayah Israel bertambah luas sebagai akibat dari keberhasilannya menguasai wilayah negara-negara tetangganya selama perang. Di sebelah selatan, mereka mendapatkan Semenanjung Sinai & Jalur Gaza dari Mesir. Sementara di sebelah timur, mereka mendapatkan Tepi Barat dari Yordania & Dataran Tinggi Golan dari Suriah. Bulan November 1967, PBB menginstruksikan Israel untuk mundur dari wilayah-wilayah taklukannya tersebut. Namun selain daerah Sinai & Jalur Gaza, wilayah-wilayah hasil taklukan Israel dalam Perang 6 Hari tetap dikuasai oleh Israel sehingga terus memicu sengketa hingga sekarang.

Kendaraan-kendaraan tempur yang hancur
dalam Perang Yom Kippur. (Sumber)
Kekalahan telak yang diderita oleh negara-negara Arab dalam Perang 6 Hari tidak membuat mereka kapok untuk kembali berkonflik dengan Israel. Sejak bulan Juli 1967 alias hanya sebulan sesudah Perang 6 Hari contohnya, Mesir & Yordania terlibat pertempuran kecil-kecilan dengan Israel yang dikenal sebagai "Perang Pengurangan" (War of Attrition) hingga tahun 1970. Tahun 1973, Mesir & Suriah juga kembali terlibat perang skala besar dengan Israel dalam perang yang populer dengan nama "Perang Yom Kippur". Sesudah Perang Yom Kippur, tidak ada lagi konflik antar negara yang melibatkan Israel, namun mereka tetap terlibat pertempuran dengan milisi-milisi Palestina & Lebanon hingga sekarang.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



RINGKASAN PERANG

1. Waktu & Lokasi Pertempuran
    - Waktu : 5 - 10 Juni 1967
    - Lokasi : Israel, Mesir, Suriah, Yordania

2. Pihak yang Bertempur
    (Negara)  -  Israel
          melawan
    (Negara)  -  Mesir, Suriah, Yordania

3. Hasil Akhir
    - Kemenangan pihak Israel
    - Wilayah Israel bertambah luas hingga 3 kali lipat
    - Konflik susulan berlanjut antara Israel melawan Mesir & Yordania

4. Korban Jiwa
    - Israel : 776 - 983 orang
    - Mesir : 10.000 - 15.000 orang
    - Suriah : 2.500 orang
    - Yordania : 6.000 orang



REFERENSI

Six Day War - Context and Proximate Causes of the War
Wikipedia - Origins of the Six-Day War
Wikipedia - Six-Day War
Yossef, Amr. 2006. "The Six-Day War Revisited". (file PDF)
- . 2006. "Edisi Koleksi Angkasa : Perang Hizbullah-Israel". PT Gramedia, Jakarta.


          
COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

27 komentar:

  1. Mangstab.. two thumbs up. Saya sangat senang membaca sejarah perang dari blog ini.. penyajiannya komprehensif. Boleh request sejarah perang korea tidak? Trims.

    BalasHapus
  2. @anonim
    Makasih buat tanggapannya. Soal sejarah Perang Korea, saya tampung dulu ya usulannya. Kalau ada waktu akan saya coba bahas.

    BalasHapus
  3. Akhirnya yang ditunggu2 dimuat juga. Terima kasih webmaster! Oh ya, ditunggu lagi nih artikel tentang perang Yom Kippur-nya. Terima kasih.

    BalasHapus
  4. apa tidak ada informasi perbandingan teknologi senjata yg dipakai dan siapa saja yang bermain membantu Israle maaf saja saya aga ragu sama angka tersebut

    BalasHapus
  5. mantap, kalau bisa masukin rahasia kemenangan israel yg lbh terperinci, permainan agen2 israel,... thx..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Israel mantap karena dibantu Tuhan



      Hapus
  6. @eka
    Kalau soal perbandingan kekuatan militer, coba cek di sini

    Wikipedia
    Global Security

    Kalau soal siapa yang membantu Israel, menurut klaimnya negara-negara Arab, Israel mendapat bantuan dari AS & Inggris. Tapi klaim itu sendiri diragukan oleh pihak-pihak di luar Arab. Baru sesudah Perang 6 Hari, AS mengirimkan bantuan hardware militer ke Israel

    Wikipedia
    CRS

    Oh ya, angka apa yang anda maksud? Apa maksud anda angka korban tewas?

    BalasHapus
  7. dongennya mantap..

    BalasHapus
  8. dongeng nya masuk wiki om, brarti orang-orang wiki pada bego smua. . .
    ckckckck ngakak ane. . .

    BalasHapus
  9. @novri
    ngakak yah? 'dongeng'nya rame yah? tapi bgmn kalau ini memang faktanya? gak bisa disangkal kalau israel itu walaupun bangsa bebal tapi mereka itu jenius! lagian apa segitu gampang wiki malsuin sejarah? bangsa2 arab kalah telak dalam perang 6 hari, warga dunia jadi saksinya

    BalasHapus
  10. hebat, makasih boss, kebetulan lg cari referensi :)

    BalasHapus
  11. Israel adalah negara dan bangsa yang dilindungi Allah dan diberkati Allah sehingga siapa melawan Israel sama saja melawan Allah. Siapa saja yang coba mengangkat batu di yerusalem orang itu akan tertimpa oleh batu itu hingga mati. Siapakah batu itu? Israellah batu itu.

    BalasHapus
  12. Israel walaupun keras kepala tpi mereka tetap umat pilihan Allah, dulu, sekarang smpai akhir zaman.. dn itu tidak bisa disangkal..!! janji Tuhan akan slalu brlaku utk bangsa Israel, krna dari bangsa Israel lah smua bangsa mendapat berkat. siapa yg mengutuk Israel akn dikutuk dn siapa yg membrkati Israel akn diberkati..( demikian firman Tuhan).. mereka ttp mnjadi bangsa pilihan Allah, walaupun kurangnya mreka blom menerima Kristus sbg Mesias.. thanks , Gbu

    BalasHapus
  13. luar biasa,,,,dikeroyok tapi malah menang telak,,,,good job israel

    BalasHapus
  14. ISRAEL
    YAHUDI

    BalasHapus
  15. taktik Israel saat itu memang jitu

    BalasHapus
  16. Arab kalah taktik lawan Israel, komentar balasan ya ke blog saya www.goocap.com

    BalasHapus
  17. bravo israel

    BalasHapus
  18. maju terus israel, tuhan akan selalu bsertamu dan akan selalu melindungimu sampai akhir zaman. ingat engkaulah bangsa pilihan tuhan, sampai kapanpun, biarpun engkau di keroyok oleh berapa negarapun, engkau akan tetap muncul sebagai pemenang dan tetap tegak berdiri di tanah perjanjian.

    BalasHapus
  19. Kenapa sejarah kemenangan Israel seperti ini tidak di filmkan ya? Agar yg malas baca dan tidak tau sejarah jadi pada tau sejarah Israel.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sejarah perang Israel 6 hari lawan bangsa Arab ada videonya, sudah saya perlihat di Maluku. Shalom

      Hapus
  20. Oh iya kayaknya tulisan di atas masih ada yang kurang..
    Israel tidak melawan 3 negara Arab...tapi 8 negara Arab.
    Masih ada 5 negara Arab pendukung di belakang yakni ;
    1. Irak
    2. Sudan
    3. Kuwait
    4. Alzazair
    5. Arab Saudi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih untuk tambahannya. Iya, selain 3 negara yang sudah saya tulis di artikel, ada info kalau negara-negara Arab lain yang anda sebutkan juga ikut terlibat dalam perang. Tapi dari informasi yang saya dapat, hanya Irak & Aljazair yang benar-benar mengirimkan pasukan ke medan konflik. Itupun jumlahnya tidak banyak & mereka bertempur sebagai bagian dari pasukan negara-negara yang berbatasan langsung dengan Israel. Kalau negara-negara Arab yang lain (khususnya negara Afrika), bentuk keterlibatannya adalah dengan mengirimkan relawan (bukan tentara reguler) untuk bergabung dengan kontingen negara-negara Arab tetangga Israel tadi.

      Hapus
  21. Israel bangsa yang keras kepala tetapi Allah sudah bersumpah Israel adalah umatku dan selalu diberkati menjadi manusia cerdas dan tentaranya yg terkuat nmr 2 didunia. GBU

    BalasHapus
  22. Israel menang karene mereka bangsa Pilihan Tuhan

    BalasHapus




Silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini, selama tidak mengandung unsur pornografi, provokasi SARA, kata-kata kasar, & link berbau iklan. Bila anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel, silakan menuju "PUSAT LOGISTIK" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.