FAUNA    |    HIBURAN    |    SEJARAH    |   Cari Artikel...

7 Juli 2012

Buaya Sungai Nil, Predator Raksasa dari Perairan Afrika




(Sumber)

Buaya. Itulah nama dari salah satu hewan yang sangat ditakuti oleh manusia. Bukan tanpa alasan kalau manusia takut pada buaya. Dilihat dari penampilannya saja, buaya memang menunjukkan penampilan yang terkesan ganas dengan ukuran tubuhnya yang besar & mulut yang dipenuhi gigi-gigi tajam. Jika hal-hal tadi masih belum cukup, sudah banyak kasus-kasus serangan buaya ke manusia yang tercatat di seluruh dunia. Dan salah satu spesies buaya yang cukup sering dilaporkan menyerang manusia adalah buaya sungai nil.

Buaya sungai nil (Nile crocodile; Crocodylus niloticus) adalah salah satu spesies buaya terbesar yang dikenal oleh manusia & masih hidup hingga sekarang. Panjang tubuh maksimalnya bisa mencapai 6 m di mana pejantan berukuran 30 % lebih besar ketimbang betina, namun pada umumnya buaya sungai nil hanya berukuran sekitar 5 m. Walaupun besar, buaya sungai nil bukanlah spesies buaya terbesar di dunia. Spesies buaya yang disebut-sebut sebagai spesies terbesar adalah buaya muara atau buaya air asin (saltwater crocodile; Crocodylus porosus) yang panjang maksimalnya mencapai 6 m lebih & banyak ditemukan di perairan Asia Tenggara serta Australia.

Nama "buaya sungai nil" bisa dibilang sebagai nama yang agak menipu karena buaya yang bersangkutan sebenarnya tidak hanya ditemukan di Sungai Nil. Nama "buaya sungai nil" diberikan karena berdasarkan catatan zaman purbakala, buaya ini banyak ditemukan di muara Sungai Nil, Mesir. Habitat dari buaya sungai nil sendiri mencakup perairan air tawar di seluruh Benua Afrika & Madagaskar. Selain di perairan tawar seperti sungai & danau, buaya sungai nil kadang-kadang juga bisa ditemukan di rawa & tepi laut. Adapun karakteristik perairan yang dipilih oleh buaya sungai nil adalah perairan yang besar dengan arus air yang tenang.

Perbandingan ukuran rata-rata buaya
sungai nil dengan manusia. (Sumber)
Secara fisik, penampilan dari buaya sungai nil tidak berbeda dengan buaya-buaya pada umumnya. Kepalanya memiliki moncong besar yang dipenuhi gigi-gigi tajam untuk merenggut & membunuh mangsanya. Saat sedang beristirahat, buaya sungai nil kerap membuka mulutnya lebar-lebar sebagai cara untuk melepaskan panas berlebih dari dalam tubuhnya. Kepala, hidung, & telinga dari buaya sungai nil terletak di bagian atas kepala sehingga buaya sungai nil bisa mengamati mangsanya sambil merendam sebagian besar tubuhnya dalam air. Dengan cara ini, buaya sungai nil bisa mengendap-endap mendekati mangsanya di air tanpa ketahuan.

Tubuh dari buaya sungai nil berbentuk memanjang & diselubungi sisik-sisik tebal. Bagian atas dari tubuhnya berwarna kelabu gelap, sementara bagian bawahnya berwarna kuning pucat. Buaya sungai nil juga memiliki tonjolan-tonjolan di bagian atas tubuhnya yang disebut-sebut memberinya kemampuan untuk merasakan perubahan tekanan air. Ekornya besar & kuat di mana fungsi utama dari ekornya adalah untuk membantunya berenang. Buaya sungai nil sendiri memang merupakan perenang yang ulung & bisa menempuh kecepatan hingga 35 km/jam saat berenang.




TEROR DARI PERAIRAN TAWAR

Sudah disinggung tadi bahwa habitat favorit dari buaya sungai nil adalah perairan besar yang berarus tenang. Bukan tanpa alasan buaya sungai nil menyukai habitat macam itu. Di Afrika, hewan-hewan herbivora macam zebra & antelop kerap berkumpul bersama-sama di tepi sungai atau danau untuk minum. Dalam kasus lain, saat melakukan perjalanan jauh tidak jarang hewan-hewan herbivora tadi menemukan sungai di tengah jalan sehingga secara otomatis, mereka harus masuk ke sungai untuk menyeberang agar bisa melanjutkan perjalanan.

Buaya sungai nil yang sedang
menyerang anak zebra. (Sumber)
Pada saat hewan-hewan herbivora berkumpul di sekitar perairan inilah, buaya sungai nil mulai beraksi. Mula-mula sang buaya akan berenang lambat-lambat di permukaan air sehingga sepintas terlihat seperti batang kayu yang mengapung. Saat hewan-hewan tadi sudah ada dalam jangkauannya, barulah buaya sungai nil mencaplok mangsanya secara tiba-tiba & menariknya ke air dalam agar mati tenggelam. Menariknya, selain menyerang hewan herbivora, buaya sungai nil juga kadang-kadang menyerang hewan karnivora seperti singa & macan tutul bila hewan herbivora yang biasa dimakannya sedang sulit ditemukan.

Buaya sungai nil biasanya berburu sendirian. Namun jika diperlukan, buaya sungai nil juga bisa bekerja sama dengan beberapa ekor buaya lainnya untuk mendapatkan mangsa. Metode berburu bersama-sama ini biasanya dilakukan saat buaya sungai nil hendak memburu hewan-hewan berukuran besar seperti kuda nil & badak. Selain untuk menaklukkan hewan-hewan besar, buaya sungai nil juga berburu secara berkelompok untuk memakan gerombolan ikan. Saat ada gerombolan ikan, buaya-buaya sungai nil akan "menggiring" ikan-ikan tersebut ke tepi perairan, lalu mulai menerjang & memakan ikan-ikan yang ada dalam jangkauannya saat gerombolan ikan tersebut sudah terpojok.

Seperti hewan reptil lainnya, buaya sungai nil adalah hewan berdarah dingin sehingga mereka bermetabolisme secara lambat & bisa hidup dalam jangka waktu lama tanpa makanan. Seekor buaya sungai nil bisa memakan seekor hewan dewasa & tidak pergi mencari makan lagi hingga 2 minggu berikutnya, namun mereka juga diketahui bisa hidup tanpa makan sama sekali selama 2 tahun! Dan karena buaya sungai nil adalah hewan berdarah dingin, maka aktivitas mencerna makanannya pun bergantung pada suhu lingkungan. Jika suhu lingkungan di sekitarnya terlalu rendah, buaya sungai nil tidak akan sanggup mencerna makanannya & makanan dalam perutnya akan mulai membusuk tanpa tercerna.



MONSTER YANG PENUH RASA KASIH SAYANG

Bayi buaya sungai nil. (Sumber)
Musim kawin dari buaya sungai nil berlangsung pada musim kemarau waktu setempat. Mula-mula, pejantan akan merayu betina dengan cara memukul-mukulkan moncongnya ke air & membuat suara berisik. Jika betina tertarik, keduanya kemudian melakukan perkawinan di dalam air. Betina yang sudah kawin selanjutnya pergi ke daerah kering yang dekat dengan perairan untuk bertelur. Saat hendak bertelur, betina akan menggali lubang sedalam 50 - 90 cm, lalu mulai menaruh telur-telurnya ke dalam lubang tersebut di mana telurnya bisa mencapai 90 butir. Betina lalu menutup lubang dengan pasir, lalu baik pejantan & betina menjaga lubang tersebut.

Telur dari buaya sungai nil memerlukan waktu 3 minggu untuk menetas. Hal yang menarik dari telur buaya sungai nil adalah suhu lingkungan mempengaruhi jenis kelamin bayi buaya yang kelak menetas. Jika suhunya antara 31 - 34 derajat C, maka bayi yang menetas akan memiliki jenis kelamin jantan. Di luar rentang suhu tersebut, bayi yang menetas akan memiliki jenis kelamin betina. Saat akan menetas, bayi buaya akan mengeluarkan suara-suara raungan bernada tinggi dari balik cangkang telurnya. Begitu mendengar suara tersebut, induk buaya akan menyingkirkan lapisan pasir yang menutupi lubang agar bayi buaya bisa keluar dari lubang sarangnya seusai menetas.

Berkebalikan dengan penampilannya yang menyeramkan, buaya sungai nil ternyata merupakan induk yang peduli & penuh kasih sayang. Tak lama setelah menetas, buaya sungai nil akan membawa anak-anaknya di mulutnya ke perairan terdekat & menjaga mereka hingga berusia 2 tahun. Pada tahun-tahun pertamanya, anak buaya sungai nil hidup dari memakan hewan-hewan kecil seperti serangga & ikan kecil. Buaya sungai nil tidak pernah berhenti bertumbuh selama hidupnya sehingga semakin lama umurnya, maka semakin besar pula ukuran tubuhnya. Seekor buaya sungai nil diketahui mencapai kematangan seksual pada usia 10 tahun & bisa hidup hingga usia 100 tahun lebih!



DITAKUTI & DICARI OLEH MANUSIA

Suasana di peternakan buaya
Mombasa, Kenya. (Sumber)
Tadi sudah disinggung di paragraf awal kalau buaya ditakuti manusia karena adanya kasus-kasus serangan buaya ke manusia. Well, dari sekian banyak spesies buaya yang pernah menyerang manusia, buaya sungai nil adalah spesies yang paling kerap melakukannya karena habitat mereka yang berdekatan dengan pemukiman manusia. Sebagai akibatnya, kontak antara manusia dengan buaya sungai nil pun jadi kerap terjadi. Terlebih dengan melihat perilaku buaya sungai nil yang mau-mau saja memangsa makhluk apapun yang ada di dekatnya, tak terkecuali manusia. Diperkirakan, ratusan orang diserang oleh buaya sungai nil setiap tahunnya!

Sebagai akibat dari reputasinya yang menakutkan, buaya sungai nil pun kerap dibunuh oleh manusia. Selain karena rasa takut, manusia juga memburu buaya sungai nil karena kulitnya yang berharga mahal & bisa diolah menjadi aneka produk. Ketika aktivitas perburuan semakin tak terkendali, populasi buaya sungai nil pun sempat merosot tajam antara tahun 1940 hingga 1960-an. Merespon hal tersebut, larangan memburu buaya sungai nil dengan tujuan komersial pun diberlakukan. Hasilnya cukup positif karena perlahan tapi pasti, buaya sungai nil yang awalnya terancam punah kini populasinya mulai pulih kembali.

Walaupun menakutkan, nyatanya orang tetap menganggap buaya sungai nil sebagai hewan yang bermanfaat karena daging & kulitnya yang bisa dikonsumsi. Maka, di beberapa negara di Afrika, aktivitas peternakan buaya sungai nil pun mulai bermunculan di mana fokus dari peternakan tersebut adalah mendapatkan daging & kulit buaya sungai nil tanpa membahayakan populasinya di alam liar. Selain untuk mencukupi kebutuhan manusia akan produk-produk dari buaya sungai nil, peternakan buaya sungai nil juga bermanfaat untuk membantu memulihkan populasi buaya sungai nil di beberapa wilayah Afrika dengan lebih cepat.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Reptilia
Ordo : Crocodylia
Famili : Crocodylidae
Subfamili : Crocodylinae
Genus : Crocodylus
Spesies : Crocodylus niloticus (Laurenti, 1768)



REFERENSI

ARkive - Nile crocodile videos, photos, and facts
Wikipedia - Crocodile - Biology and behavior
Wikipedia - Nile crocodile
Wildliferanching.com - Nile Crocodile (Crocodylus niloticus)


          
COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

6 komentar:

  1. Waah buaya nya banyak dan besar-besar ya ,,

    BalasHapus
  2. buaya nya banyak ya , jadi pengan main ke sana !!!

    BalasHapus
  3. ayo bunuh semua buaya........, buaya pemakan manusia dan ternak. bunuh mereka semua di mana kamu berada. Gunakan senjata api,panah,tombak dan batu.

    BalasHapus
  4. @anonim

    Ya nggak perlu sampai seekstrim itu. Memangnya makhluk hidup yang menghuni bumi cuma manusia? Memunahkan buaya secara sengaja hanya akan menunjukkan arogansi manusia & merusak ekosistem yang sudah tertata sedemikian rupa.

    BalasHapus




Silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini, selama tidak mengandung unsur pornografi, provokasi SARA, kata-kata kasar, & link berbau iklan. Bila anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel, silakan menuju "PUSAT LOGISTIK" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.