FAUNA    |    HIBURAN    |    SEJARAH    |   Cari Artikel...

4 Maret 2012

Perbedaan antara Cumi-Cumi, Sotong, & Gurita




Tumpukan cumi-cumi di atas nampan. (Sumber)

Apa kesamaan dari cumi-cumi, sotong, & gurita? Jawaban paling mudah adalah ketiganya sama-sama merupakan hewan laut yang memiliki lengan-lengan di bagian kepalanya. Ciri itu pula yang membuat mereka digolongkan sebagai Cephalopoda (baca : sefalopoda)? Apa itu Cephalopoda? Cephalopoda adalah sebutan untuk sebuah kelas (class) dalam tangga klasifikasi ilmiah hewan yang jika namanya diterjemahkan berarti "kepala berkaki". Nama tersebut diberikan tidak lain karena hewan-hewan yang menjadi anggota dari kelas ini memiliki ciri khusus berupa adanya lengan-lengan di bagian kepalanya, tepatnya pada bagian sekitar mulut.

Selain soal "kaki di kepala" (emang lagunya Peterpan?), para anggota Cephalopoda juga memiliki sejumlah persamaan lain. Mereka adalah hewan pemakan daging (karnivora), memiliki lidah bertekstur kasar (radula) serta paruh keras pada mulutnya, memiliki sepasang mata yang tajam serta sangat sensitif terhadap cahaya, & memiliki sistem saraf serta sistem pencernaan yang sangat kompleks. Ada sekitar 800 spesies Cephalopoda yang sudah teridentifikasi di mana sebagian di antaranya bukanlah hewan yang asing bagi manusia karena kerap ditangkap oleh para nelayan & dijual untuk diolah sebagai makanan yang lezat.

Oke, itu tadi kesamaan dari cumi-cumi, gurita, & sotong beserta penjelasan singkat mengenai Cephalopoda. Sekarang pertanyaan berikutnya, apa yang membedakan ketiga hewan tadi sehingga masing-masingnya dianggap sebagai jenis hewan yang berbeda satu sama lain? Terkadang karena kesamaan ciri fisik yang sudah disebutkan tadi, masih banyak orang yang kebingungan saat harus membedakan antara gurita, cumi-cumi, & sotong. Tapi jangan khawatir, karena artikel kali ini - sesuai judulnya - akan membahas soal perbedaan antara ketiga hewan laut tersebut. Ingin tahu perbedaan antara ketiganya? Kalau begitu, marilah kita langsung terbang menuju segmen berikutnya dari artikel ini. Buzzzz....



CUMI-CUMI (SQUID)
(Sumber)
  • Tubuhnya panjang & meruncing.
  • Memiliki 8 lengan & 2 tentakel panjang.
  • Memiliki sepasang sirip di bagian dekat ujung ekornya.
  • Bergerak dengan cara berenang.
  • Makan dengan cara mencabik & menelan potongan daging mangsanya.
  • Hanya bisa mengubah warna kulitnya.
  • Memiliki cangkang dalam berbentuk tangkai.
  • Dalam tangga klasifikasi ilmiah, termasuk ke dalam ordo Teuthida.


SOTONG (CUTTLEFISH)
(Sumber)
  • Tubuhnya memanjang & agak pipih.
  • Memiliki 8 lengan & 2 tentakel panjang.
  • Memiliki sepasang sirip dari bagian leher hingga ujung ekornya.
  • Bergerak dengan cara berenang.
  • Makan dengan cara mencabik & menelan potongan daging mangsanya.
  • Bisa mengubah warna & tekstur kulitnya.
  • Memiliki cangkang dalam berbentuk pipih seperti perisai.
  • Dalam tangga klasifikasi ilmiah, termasuk ke dalam ordo Sepiida.


GURITA (OCTOPUS)
(Sumber)
  • Tubuhnya pendek & membulat.
  • Memiliki 8 lengan panjang.
  • Tidak memiliki sirip (kecuali jenis gurita dumbo genus Grimpoteuthis).
  • Bergerak dengan cara merayap di dasar laut & berenang.
  • Mayoritasnya makan dengan cara menghisap cairan tubuh mangsanya.
  • Bisa mengubah warna & tekstur kulitnya.
  • Tidak memiliki cangkang dalam.
  • Dalam tangga klasifikasi ilmiah, termasuk ke dalam ordo Octopoda.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI CEPHALOPODA

Kingdom : Animalia
Filum : Mollusca
Kelas : Cephalopoda



REFERENSI

ARkive - Giant cuttlefish videos, photos, and facts
Marine Biology at Alaska Pacific University - Giant Octopus : Fact Sheet
University of California Museum of Paleontology - The Cephalopoda
Wikipedia - Cephalopoda
Wikipedia - Octopoda
Wikipedia - Sepiida
Wikipedia - Teuthida
- . 1996. "Rahasia Dunia Binatang 15 : Gurita". PT Elex Media Komputindo, Jakarta.
- . 1996. "Rahasia Dunia Binatang 24 : Cumi-Cumi Raksasa". PT Elex Media Komputindo, Jakarta.


          
COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

4 komentar:

  1. Buat kesimpulannya bang, biar lebih jelas lagi.

    visit back:D

    BalasHapus
  2. @febri
    Makasih buat masukannya. Tapi saya rasa sih nggak perlu, soalnya kesimpulan itu idealnya kalau pembahasan dalam artikelnya panjang & mendetil. Sementara dalam artikel ini, pembahasannya cuma berupa poin-poin singkat

    BalasHapus
  3. ternyata seperti itu perbedaanya.....

    BalasHapus




Silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini, selama tidak mengandung unsur pornografi, provokasi SARA, kata-kata kasar, & link berbau iklan. Bila anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel, silakan menuju "PUSAT LOGISTIK" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.