FAUNA    |    HIBURAN    |    SEJARAH    |   Cari Artikel...

11 Agustus 2011

Hiu Rubah, Sang Pemburu Berekor Cambuk




(Sumber)

Siapa yang tidak tahu hiu? Hewan yang masih termasuk sebagai ikan laut ini mudah dikenali karena mayoritasnya memiliki tubuh berbentuk seperti torpedo dengan sirip-sirip yang diselubungi kulit & mulut bergigi tajam di bagian bawah moncongnya. Ada begitu banyak jenis hiu yang sudah diketahui manusia di mana mayoritasnya memakan daging, namun artikel kali ini ingin membahas soal hiu rubah yang terkenal karena kemampuannya berburu dengan "mencambuk" mangsanya. Penasaran? Silakan diteruskan bacanya biar gak penasaran lagi...

Hiu rubah (fox shark; Alopias vulpinus) adalah hiu yang mudah dikenali karena ekor bagian atasnya yang berukuran sangat panjang. Selain hiu rubah, ada sejumlah spesies hiu lainnya yang juga memiliki ciri fisik serupa & semuanya termasuk ke dalam genus Alopias. Namun dari hiu-hiu genus Alopias tersebut, hiu rubahlah yang paling terkenal. Hiu rubah sendiri memiliki persebaran yang luas karena mereka pada dasarnya bisa ditemukan di hampir seluruh lautan (kecuali perairan sekitar kutub) di mana mereka paling sering terlihat di perairan dekat pantai.



PEMBURU YANG AHLI "BERMAIN CAMBUK"

Layaknya kebanyakan hiu, hiu rubah adalah hewan karnivora di mana makanannya mencakup ikan-ikan kecil yang berenang dalam kelompok besar semisal makarel, tenggiri, & sarden. Selain ikan-ikan laut, hiu rubah juga diketahui mau memakan cumi-cumi & hewan-hewan penghuni dasar laut seperti gurita & Crustacea. Dalam kasus yang amat jarang, hiu rubah juga dilaporkan mau memakan burung laut yang berenang di permukaan.

Gambar ilustrasi hiu rubah yang sedang
"mencambuk" mangsanya. (Sumber)
Bicara soal makanan hiu rubah, akan lebih menarik bila kita melihat cara berburunya. Saat berburu, hiu rubah biasanya akan berenang cepat untuk mengejar & menerjang mangsanya. Ketika mangsanya berkelit & berusaha melarikan diri, hiu rubah akan menggunakan ekor bagian atasnya yang panjang & lentur untuk memukul mangsanya hingga pingsan. Hal berikutnya yang perlu dilakukan oleh hiu rubah adalah mendekati mangsanya yang pingsan & kemudian memakannya. Karena cara berburunya inilah, hiu rubah beserta hiu-hiu genus Alopias lainnya kerap dijuluki dengan nama hiu pemukul, hiu penggelepar (thresher shark), atau hiu berekor cambuk (whip-tailed shark).

Hiu rubah tidak hanya bisa berburu sendirian. Dalam waktu-waktu tertentu, 2 ekor hiu rubah atau lebih bisa berburu bersama-sama di mana mereka akan berenang melingkari kawanan ikan mangsanya sambil menggelepar-geleparkan ekornya untuk membuat gelombang kecil & menakut-nakut-nakuti ikan mangsanya agar tidak mencoba menerobos kabur. Saat berenang, pola lingkaran yang dibuat oleh hiu rubah makin lama akan makin mengecil hingga pada akhirnya, kawanan hiu rubah tersebut secara mendadak akan memukulkan ekornya ke kawanan ikan tersebut. Dengan cara ini, hiu rubah bisa berburu secara lebih efisien ketimbang saat berburu sendiri.



"RUBAH" YANG BERTELUR & MELAHIRKAN

Hiu rubah adalah hiu ovovivipar yang berarti mereka bertelur, namun telur-telur mereka tetap disimpan dalam tubuh induknya hingga akhirnya menetas di dalam & keluar dari tubuh induknya dalam wujud sudah menjadi bayi hiu. Saat berada di dalam perut induknya, bayi hiu rubah akan mengandalkan persediaan makanan dari kuning telurnya. Periode "kehamilan" alias periode saat bayi hiu berada dalam perut induknya sendiri berlangsung kurang lebih selama sekitar 9 bulan di mana sekali melahirkan, seekor hiu rubah bisa menghasilkan antara 2-7 ekor anakan.

Anakan hiu rubah yang baru dikeluarkan dari tubuh induknya sendiri ukurannya bervariasi karena bergantung dari ukuran induknya juga, namun rata-rata anakan hiu rubah memiliki ukuran antara 1,1 - 1,6 m & berat antara 5 - 6 kg. Anakan tersebut selanjutnya akan terus tumbuh di mana pejantan diketahui mencapai fase kematangan seksual pada usia 5 tahun, sementara betina 7 tahun. Seekor hiu rubah diketahui memiliki ukuran panjang maksimal 6,1 m - termasuk ekor bagian atasnya yang bisa mencapai panjang sekitar 3 m.



SI JINAK YANG TERANCAM PUNAH

Hiu rubah yang tertangkap
pada tali pancing. (Sumber)
Hiu rubah bukanlah hewan yang berbahaya bagi manusia karena ukuran gigi-giginya yang relatif kecil & sifatnya yang tidak agresif terhadap penyelam. Meskipun demikian, para penyelam yang ingin mendekati hiu ini juga harus berhati-hati karena kulit dari hiu rubah yang berduri-duri kecil & sabetan ekornya yang disebut-sebut cukup kuat untuk mematahkan tulang. Selebihnya, hiu rubah juga bisa melawan dengan sangat gigih bila tertangkap dalam alat pancing atau jaring manusia. Karena alasan yang sama, hiu rubah kerap diburu oleh para pecinta olahraga memancing yang menganggap hiu rubah sebagai tantangan tersendiri untuk dipancing.

Bicara soal memancing, hiu rubah merupakan salah satu hiu yang banyak ditangkap oleh nelayan di seluruh dunia. Hampir seluruh bagian dari hiu ini bernilai tinggi. Dagingnya bisa dijadikan makanan, siripnya adalah makanan lezat yang berharga mahal, kulitnya bisa diolah menjadi barang-barang semisal tas kulit, & minyak hatinya merupakan sumber vitamin. Di lain pihak, aktivitas penangkapan ikan komersial yang kelewat batas & kurangnya pengawasan menyebabkan populasi hiu ini merosot tajam. Hal tersebut semakin diperparah oleh fakta bahwa hiu rubah bukanlah hewan yang suka bermigrasi sehingga penangkapan kelewat batas di suatu wilayah berpotensi memusnahkan populasinya di wilayah tersebut dengan cepat.

Beberapa upaya sudah dilakukan untuk memulihkan populasi hiu rubah di alam liar. Di daerah perairan California misalnya, aktivitas penangkapan hiu rubah sudah dilarang. Upaya lainnya yang sudah dilakukan adalah penetapan batas maksimal jumlah hiu rubah yang boleh dipancing. Selebihnya, halangan terbesar menyoal upaya pelestarian hiu rubah adalah minimnya data mengenai jumlah hiu rubah yang ditangkap di perairan-perairan seluruh dunia. Hal yang sedikit melegakan adalah hiu rubah diketahui bisa memulihkan populasinya dengan cepat, khususnya di wilayah-wilayah yang sudah melarang penangkapan hiu ini.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Chondrichthyes
Subkelas : Elasmobranchii
Ordo : Lamniformes
Famili : Alopiidae
Genus : Alopias
Spesies : Alopias vulpinus (Bonnaterre, 1788)



REFERENSI

ARkive - Thresher shark videos, photos, and facts
Wikipedia - Common thresher


       
COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

9 komentar:

  1. Serius, baru tau kalau ada hiu ini :D Walau serem, tapi gak tau kenapa saya suka liat ekor cambuknya :D

    BalasHapus
  2. Gimana dengan hiu tutul atau hiu jepala martil? :D

    BalasHapus
  3. @febriasop
    Gimana apa maksudnya, sob? Maksudnya bentuknya gak berbentuk torpedo & gak bergigi tajam gitu? Kalau itu sih pengecualian

    Makanya di paragraf pertama saya tulis pake kata "mayoritasnya", bukan "semua" atau "seluruh" karena emang beberapa hiu bentuknya ga mirip ama hiu-hiu pada umumnya. Misalnya ya hiu webegong, hiu bidadari, sama hiu-hiu yang tadi anda sebutkan :D

    BalasHapus
  4. waaaah untung ga berbahaya pd manusia
    tapi kalo kena cambuk keknya sakit juga tuh
    baru kali ini tau ada hiu macam begini

    BalasHapus
  5. keren....salam kenal yahhh jangan lupa kunjungi kita he...hiunya ckep gan

    BalasHapus
  6. kek rotan aja.. sakit keknya kalo kena cambuk ntu

    komeng back ya gan

    BalasHapus
  7. wah, asyiknya kalo bisa menyelam dan bergaul dengan penghuni laut

    BalasHapus
  8. Eh maap pertanyaan saya gak jelas ya?

    Maksud saya, kalo dibandingkan dengan hiu rubah ini, hiu tutul atau hiu kepala martil lebih ganas mana?

    BalasHapus
  9. @asop
    Oh, saya kira maksudnya apa. Sori kalau saya salah menjawab pertanyaan yang sebelumnya :D

    Kalau soal mana yang paling ganas, jawabannya ya (menurut saya) hiu kepala martil, secara dia adalah hiu yang paling besar & cara berburunya paling ganas di antara ketiganya karena teknik berburunya mirip dengan hiu putih raksasa. Hiu rubah juga sebenarnya cara berburunya mirip-mirip. Tapi karena ukurannya yang jauh lebih kecil, dia jadi gak berbahaya buat manusia

    Kalau hiu tutul sih jelas ga berbahaya buat manusia secara dia cuma hidup di dasar laut & makanannya juga cuma hewan-hewan dasar laut semisal kerang

    BalasHapus




Komentar dari para pengunjung sangat dibutuhkan agar Republik ini bisa terus mengembangkan diri. Jadi, silakan melakukannya selama komentar yang anda buat tidak mengandung unsur pornografi, provokasi SARA, kata-kata kasar, & link berbau iklan.

Bila anda ingin berkomentar dengan memakai nama anda sendiri, klik menu dropdown yang terletak di samping kanan tulisan "Beri komentar sebagai:". Lalu pilih opsi "Name/URL". Isikan nama anda di kolom nama, lalu isikan sembarang alamat situs di kolom URL (misalnya www.google.com).

Bila anda ingin mencetak atau menyimpan artikel, silakan menuju "PUSAT LOGISTIK" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, silakan tinggalkan pesan di kotak komentar.