FAUNA    |    HIBURAN    |    SEJARAH    |   Cari Artikel...

25 Juli 2011

Makna Lirik Lagu Green Day - American Idiot




Cuplikan dari video klip lagu "American Idiot".

Oke, satu lagi artikel yang membahas soal makna dari lirik lagu. Kalau dulu saya pernah membahas soal makna dari lagu "Zombie", maka kali ini saya akan membahas soal makna dari lagu "American Idiot" yang dipopulerkan oleh Green Day, band beraliran rock punk AS, pada tahun 2004. Jika didengar secara sekilas, ciri khas dari lagu tersebut adalah durasinya yang pendek (hanya sekitar 2 menit) & suara vokalisnya di bagian selain reffrain serta bagian akhir lagu yang tidak pernah berbarengan dengan suara instrumen gitar ritmiknya. Selebihnya, yang menonjol dari lagu tersebut jelas suara instrumen musiknya yang keras & tempo lagunya yang cepat.

Sejak pertama kali dirilis ke pasaran, lagu "American Idiot" mendapat respon yang sangat baik dari para penggemar musik. Di tangga lagu yang dirilis oleh Billboard Hot 100 wilayah AS yang dibuat di tahun 2005 & menampilkan 100 lagu terpopuler pada tahun itu misalnya, lagu "American Idiot" berhasil menduduki peringkat 61. Respon yang baik juga ditunjukkan di negara-negara selain AS seperti Irlandia, Austria, Selandia, Baru, Inggris, & lain-lain. Di Kanada misalnya, lagu ini bahkan berhasil menduduki posisi pertama dalam tangga lagu yang dirilis oleh Canadian Singles Chart pada tahun 2005.

Lagu "American Idiot" dibuat oleh Billy Joe Armstrong, gitaris sekaligus vokalis dari Green Day. Menurut Billy, sumber ide utama dari lagu tersebut adalah saat ia mendengar lagu berjudul "That's How I Like It" yang dinyanyikan oleh Lynn Skynyrd. Menurut Billy, lagu tersebut bercerita tentang kebanggaan sang penyanyi untuk menjadi "redneck" - sebutan untuk kaum selatan AS yang dianggap identik dengan gaya hidup konservatif & antipati terhadap kaum selain kaum mereka (bahasa halus dari rasis). Merasa tidak setuju dengan gagasan-gagasan yang disampaikan lagu tersebut, Billy pun lantas mendapatkan ide untuk membuat lagu yang mengekspresikan opininya sendiri. Dan bum! Terciptalah Koko Krun... ops, salah (hehehe, korban iklan). Yang benar, terciptalah lagu "American Idiot".

Jadi, sebenarnya lagu "American Idiot" bercerita tentang apa? Secara singkat, lagu tersebut bisa disebut sebagai lagu protes atau lagu kritik sosial di mana liriknya banyak menampilkan kata-kata yang berbau hasutan atau kritikan untuk kondisi sosial negara AS yang opini masyarakatnya dikendalikan oleh media massa. Lebih lanjut, lagu tersebut juga bisa disebut sebagai lagu berbau politis karena liriknya yang cenderung mengkritik kelompok tertentu & dirilis berdekatan dengan periode pemilu Presiden AS di tahun 2004. Untuk yang ingin tahu mengenai makna liriknya lebih mendetail, silakan lanjut ke segmen berikutnya dari artikel ini...



ANALISA LIRIK

Bagian I

Don't want to be an American idiot
Don't want a nation under the new media


Para personil band Green Day yang sedang
berpose di depan gambar bendera AS. (Sumber)
Jangan mau jadi orang Amerika yang idiot & jangan menginginkan negara yang dikontrol media baru (atau mungkin maksudnya media warta berita / news). Kurang lebih itulah terjemahan harfiah dari lirik lagu tersebut. Jika disimak, lagu tersebut pada intinya menginginkan agar jangan ada orang (warga Amerika khususnya / American) yang mau menjadi idiot alias dibodohi terus-menerus oleh media.

Maksud dari dibodohi di sini adalah orang-orang yang bersangkutan terus-menerus disuguhi oleh berita yang berat sebelah, berita bohong, berita yang ditulis secara bombastis, & sebagainya, sementara sang konsumen media menelan mentah-mentah alias percaya sepenuhnya atas segala yang disampaikan oleh media tersebut. Akibatnya ya seperti yang dikatakan oleh Green Day dalam liriknya. Orang-orang tersebut dikatakan akan menjadi "idiot" karena mau-maunya dibodohi oleh media yang seringkali menyampaikan berita dengan aneka maksud & tujuan tertentu di baliknya.


And can you hear the sound of hysteria?
The subliminal mind f*ck America

2 baris berikutnya dari lirik merupakan semacam penarikan kesimpulan dari kondisi yang dipaparkan oleh 2 baris pertama lirik tersebut. Ketika orang-orang menelan mentah-mentah apa yang disampaikan oleh media, maka kemudian muncullah tanggapan atau dukungan dari para konsumen media atas berita yang disampaikan media di mana beberapa di antaranya akan bersikap berlebihan alias histeris (sound of hysteria).

Lebih lanjut, suara-suara alias opini berlebihan dari masyarakat yang sudah dipengaruhi oleh media tersebut lantas disebut-sebut sebagai wujud keberhasilan media setempat dalam mencuci otak pembacanya dengan hal-hal yang sifatnya tabu (subliminal mind f*ck). Tabu di sini bisa diartikan sebagai informasi yang berat sebelah, cenderung mendiskreditkan kaum tertentu, kebenarannya belum jelas tapi sudah digiring untuk percaya bahwa itu pasti benar, & sebagainya.


Reffrain

Welcome to a new kind of tension
All across the alien nation
Where everything isn't meant to be okay


Bagian ini pada intinya ingin mengekspresikan (atau mungkin menyimpulkan) apa yang kemudian terjadi bila sebagian besar masyarakat di suatu wilayah berhasil "dikontrol" oleh media. Akan timbul semacam tensi atau tren jenis baru di wilayah tersebut sebagai akibat dari penggiringan opini yang dilakukan oleh media. Tren baru yang dimaksud adalah dukungan membabi buta terhadap 1 opini yang disuarakan oleh media tanpa peduli opini tersebut benar atau salah. Bagi mereka selaku konsumen media yang awam, asal opini yang sama terus-menerus disuarakan oleh media & banyak yang mempercayainya di berbagai penjuru negara (all across the alien nation), maka opini tersebut mereka anggap sebagai fakta terpercaya.

Kata-kata "negara alien" (alien nation) bisa diartikan sebagai negara yang menjadi wilayah asing bagi para penduduknya sendiri. Akibat pemberitaan mengenai hal yang sama terus-menerus, maka orang-orang digiring untuk percaya sepenuhnya akan opini berdasarkan pemberitaan oleh media. Buntutnya, mereka pun tidak lagi memiliki kebebasan untuk menyuarakan opini mereka sendiri karena secara tidak langsung atau tidak sadar, mereka "dipaksa" tunduk oleh apa yang disuarakan oleh media. Tanpa peduli apakah pemberitaan yang mereka percaya dari media sebenarnya bisa saja memiliki dampak negatif yang besar bagi mereka maupun lingkungan yang mereka tempati (everything isn't meant to be okay).


Television dreams of tomorrow
We're not the ones meant to follow
For that's enough to argue


Sampul dari album "American Idiot". (Sumber)
Di era modern ini, televisi alias TV adalah salah satu sarana media yang paling banyak diakses oleh masyarakat. Melalui sarana ini pulalah, media-media tertentu turut menggunakannya untuk menggiring opini masyarakat mengenai apa yang akan terjadi pada dunia kelak (dreams of tomorrow). Singkatnya, mereka ingin masyarakat menganggap bahwa dunia masa depan versi merekalah dunia masa depan yang paling baik & sebaiknya diikuti. Namun, sang pelantun lagu di kalimat berikutnya menegaskan bahwa mereka tidak akan mengikuti "ramalan masa depan" versi media-media yang bersangkutan (not the ones meant to follow) sambil menyatakan bahwa seberapa kerasnya media berusaha, opini mereka tidak akan berubah atau goyah (enough to argue).


Bagian II

Well maybe I'm the faggot America
I'm not a part of a redneck agenda

Bagian ini bisa disebut sebagai pembelaan diri dari mereka yang memiliki opini tidak sejalan dengan opini yang dihembuskan oleh media & dipercaya oleh sebagian besar orang saat itu. Inti dari bagian ini adalah penegasan bahwa sang pelantun lagu maupun orang-orang yang sejalan dengannya bukan merupakan bagian dari agenda kaum "redneck" (redneck agenda). Sudah disinggung di bagian sebelum pembahasan makna lagu ini di mana "redneck" merupakan istilah yang disematkan kepada kelompok dari selatan AS yang dianggap identik dengan gaya hidup konservatif & antipati terhadap kaum selain kaum mereka.

Di AS, ada 2 partai politik utama, yaitu Partai Republikan yang berhaluan konservatif & Partai Demokrat yang berhaluan modern liberal. Dengan melihat penggunaan kata "redneck" pada lagu ini & karakteristik kaum "redneck" yang dianggap berhaluan konservatif, maka secara kasar bisa disimpulkan bahwa lagu ini juga semacam lagu protes terhadap kebijakan-kebijakan dari Partai Republikan & bagaimana para simpatisannya yang mau-mau saja tetap loyal mendukung segala macam kebijakan partai tersebut. Kebetulan saat lagu "American Idiot" dirilis, kubu Partai Republikan sedang mendominasi panggung politik AS & George W. Bush selaku pentolan dari partai tersebut berhasil terpilih kembali pada pemilu presiden tahun 2004.

Pemaknaan kata "faggot" yang disematkan di lagu ini agak membingungkan. Di AS, kata "faggot" merupakan semacam istilah gaul yang digunakan untuk menyebut sekaligus mengejek orang yang dianggap memiliki orientasi homoseksual (gay). Dari info yang saya dapat, pemakaian kata "faggot" dilakukan karena munculnya isu yang santer beredar saat itu bahwa Billy Joe Armstrong selaku penulis lagu ini adalah seorang gay (tapi sekali lagi, itu baru sebatas isu alias gosip belaka). Sederhananya, Billy selaku sang penulis sekaligus pelantun lagu ingin menegaskan bahwa lepas dari pandangan miring orang-orang soal dirinya, ia tetap memiliki prinsip untuk tidak mendukung agenda & kebijakan dari kelompok "redneck" yang konservatif.


Now everybody do the propaganda
And sing along to the age of paranoia


Ketika orang sudah mempercayai suatu opini atau kabar, maka ia pada gilirannya akan berupaya untuk membuat orang lain di sekitarnya juga ikut percaya. Pemberitaan-pemberitaan subjektif yang disampaikan oleh media menyebar lagi dari mulut ke mulut sehingga kini hampir setiap orang secara tidak langsung telah menjadi "agen penyebar berita" dari media yang bersangkutan - tanpa peduli isi kebenaran dari berita yang mereka sampaikan tersebut (everybody do the propaganda).

Model pemberitaan media massa  & respon
orang-orang dalam menyikapinya merupakan
fokus dari lagu "American Idiot". (Sumber)
Kalimat berikutnya ingin menyampaikan bahwa media melalui aneka pemberitaannya telah membuat orang merasa panik & ketakutan. Ketakutan yang dimaksud di sini bisa diartikan sebagai ketakutan terhadap negara tertentu, kaum tertentu, & sebagainya. Ketika pemberitaan tersebut menyebar, orang-orang yang percaya akan pemberitaan tersebut pada gilirannya terjebak ke dalam suatu ketakutan massal (age of paranoia). Akibatnya, mereka pun jadi kesulitan bersikap kritis terhadap suatu kabar & patuh-patuh saja ketika pihak yang diuntungkan dari pemberitaan media tersebut ingin memanfaatkan kepercayaan masyarakat untuk kepentingannya sendiri.

Contoh paling mudah dari pemanfaatan kepercayaan masyarakat yang dimaksud bisa dilihat pada kasus invasi Irak di tahun 2003. Dengan menyebarkan info bahwa ada senjata pemusnah massal (weapon of mass destruction; WMD) di Irak & WMD tersebut mungkin kelak akan digunakan untuk membunuh warga AS, pemerintah AS berhasil meraih simpati rakyatnya untuk melakukan serangan militer ke sana melalui pemberitaan-pemberitaan media yang mendukung hal tersebut. Padahal setelah ditelusuri, keberadaan WMD atau senjata serupa di Irak tidak terbukti hingga sekarang. Buntutnya, rakyat AS pun mulai banyak yang merasa dibohongi oleh pemerintahnya.


Reffrain

(lihat segmen yang berjudul serupa)


Bagian III

Don't want to be an American idiot
One nation controlled by the media
Information age of hysteria
It's calling out to idiot America


Well, makna dari bagian ini sebenarnya sama dengan bagian permulaan dari lagu ini. Karena itu saya akan fokus membahas 2 kalimat terbawahnya saja. Informasi dari media yang bergema di mana-mana telah menimbulkan histeria massa alias tanggapan berlebihan & membabi buta dari orang-orang yang mempercayai kabar tersebut (age of hysteria). Namun, sang pelantun lagu sekali lagi menegaskan bahwa informasi yang menyebar itu sudah sepatutnya tidak ditelan mentah-mentah & dipercaya karena informasi tersebut pada dasarnya hanya ditujukan untuk mereka yang "idiot" alias yang sudah berhasil diperdaya oleh media (calling out to idiot).


Reffrain

(lihat kembali segmen yang berjudul serupa)

© Rep. Eusosialis Tawon



SUMBER-SUMBER YANG MEMBANTU

InternetSlang.com - What does FAGGOT mean?
Lyric Interpretations - American Idiots Lyrics Meaning
Songfacts - American Idiot by Green Day
Wikipedia - American Idiot
Wikipedia - American Idiot (song)
Wikipedia - Redneck
Wikipedia - United States - Parties and ideologies


Lirik lagu Green Day - American Idiot
Video klip lagu Green Day - American Idiot


       
COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

11 komentar:

  1. sip mas artikelnya.
    ternyata negara superior seperti itu gampang dibodhi media.

    BalasHapus
  2. Amerika emang hidup dari media. Penduduknya tercatat menghabiskan waktu di depan TV terlama dibanding negara-negara lain di dunia. Tapi kalau ngga ada media, green day juga ngga akan mendunia. Tp tetep lah, keren tuh si Armstrong.

    BalasHapus
  3. Thanks gan atas infonya.
    jangan lupa, Rajin-rajinlah menabung!

    BalasHapus
  4. Well, lagu GD yang satu ini emang The Best!
    Gak kalah dengan makna lagu A7X-Crittical Accalaim..
    Seharusnya semua penduduk negara (terutama Indonesia) harus lebih kritis dalam menyikapi semua pemberitaan di media massa. Jangan langsung ditelan tanpa di cerna. Gitulah jadinya, masyarakat hanya menjadi bulan-bulanan media dalam promosi. Mediakan seharusnya bertugas sebagai kontrol sosial, tapi yang ada kontrol sosial kearah yang tidak baik.

    BalasHapus
  5. makasih infonya
    tetapi saya berani tanding dengan orang american
    klok lomba nonton tv
    asal kan ada kopi di sebelah gue
    hehehe

    BalasHapus
  6. thanks for sharing, mean a lot for me :)...

    BalasHapus
  7. Untuk Indonesia
    Don't want to be Indonesian idiot
    One nation controlled by the corruptor
    Indonesia has failed
    It's calling out to idiot corruptor
    add my FB www.facebook.com/arfiec

    BalasHapus
  8. wah keren brothers,,, bisa juga jd pelajaran untuk para ABG idiot di indonesia, bisa di bilang mereka korban media masa dari cara berpenampilan,gaya bicar dll.karna kebanyakan mereka tidak berfikir, ya gmn mau mikir idiot sih ! Kalau kata superman is dead dalam sebuah lirik lagunya itu '' korban dari majalah ''

    BalasHapus
  9. keren gan keep posting, yg tentang faggot itu kalau gasalah Billie itu bisexsual gan,makanya jangan heran kalau liat foto billie ciuman sama mike dirnt... kalo gasalah loh ini juga gan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan asal percaya bro kalo lu belom kenal langsung sama org nya dan tau sifat asli nya,, dont want to be an indonesian idiot

      Hapus
  10. Awas loh kang ,, Amerika nyadap smua jaringan d dunia loh (sumber tv one 30 nov 2013),, ntar di culik kayak jaman pak harto lu ,, ekekekekekekkkkkkkkk

    BalasHapus




Silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini, selama tidak mengandung unsur pornografi, provokasi SARA, kata-kata kasar, & link berbau iklan. Bila anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel, silakan menuju "PUSAT LOGISTIK" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.