![]() |
| Markas dari pasukan Global Liberation Army (GLA). (Sumber) |
Buat para penggemar game-game strategi (RTS), mestinya tahu dong game Command & Conquer : Generals. Game tersebut adalah game spin-off dari seri populer Command & Conquer (C&C) pertama yang dibuat oleh Electronic Arts (EA) di mana sebelum Generals dirilis, game-game seri C & C selalu dibuat oleh Westwood Studio. Sejak dirilis ke pasaran, game Generals langsung menjadi fenomena tersendiri bagi para penggemar game strategi karena metode permainannya yang menarik & terkesan realistik - kendati di lain pihak game ini juga dikritik karena konsep ceritanya yang terkesan mengandung muatan propaganda. Nah, artikel kali ini akan membahas soal GLA, salah satu kubu yang bisa dimainkan dalam game Generals. Okay, general. Now, let's move on...
SEJARAH (VERSI DUNIA NYATA)
Global Liberation Army (GLA; Tentara Pembebasan Dunia) merupakan salah satu dari 3 kubu dalam game C&C Generals. Tidak seperti game-game C&C yang sebelumnya, C&C Generals dibuat oleh Electronic Arts (EA) setelah Westwood selaku pengembang game-game C&C selama ini diambil alih & dibubarkan oleh EA pada tahun 2003. Game Generals yang dikembangkan oleh kubu EA terbilang revolusioner karena dalam game ini, EA melakukan banyak perubahan seperti tidak adanya unit MCV sebagai pusat untuk membangun markas, pemakaian unit pekerja untuk melakukan semua aktivitas produksi & pembangunan markas, serta panel menu di bagian samping (sidebar) yang digantikan dengan panel menu di bagian bawah layar. Banyak fans lama C&C yang mengeluhkan perubahan tersebut, namun tak sedikit pula yang menyambut baik perubahan tersebut beserta fitur-fitur baru yang ditawarkan di dalamnya.
![]() |
| Tampilan dari game Generals (atas) & Tiberian Sun. Perhatikan perbedaan antara keduanya, termasuk lokasi panel menu. (Sumber 1) (Sumber 2) |
Karena setting ceritanya & waktu perilisannya yang berdekatan dengan Perang Irak pada tahun 2003, banyak yang mencibir game Generals sebagai game yang eksploitatif & tidak orisinal karena membonceng isu "perang melawan terorisme" yang saat itu sedang hangat-hangatnya. Bahkan tidak sedikit pula yang menuduh game ini mengandung muatan propaganda untuk membenarkan kebijakan pemerintah AS menginvasi negara lain & mendiskreditkan kelompok agama / etnis tertentu. EA sendiri selaku pengembang game Generals berdalih bahwa game yang dikembangkannya murni fiksi belaka & tidak ada kaitannya dengan kejadian apapun di dunia nyata, termasuk isu "War on Terror".
Kendati EA menyangkal adanya kaitan antara game Generals dengan unsur-unsur di dunia nyata, game Generals tetap dicekal di sejumlah negara dengan berbagai alasan. Di Jerman misalnya, game ini oleh badan sensor setempat dilarang dijual kepada orang yang belum dewasa dengan alasan game tersebut "mengagung-agungkan kekerasan". Versi terbaru dengan nama "Command & Conquers : Generale" akhirnya dirilis EA di Jerman di mana dalam versi baru tersebut, pihak-pihak dalam game digantikan oleh sosok robot. Cina juga mencekal game yang bersangkutan, namun dengan alasan game ini memberi keleluasaan bagi pemainnya untuk memakai metode kekerasan (perang) & senjata nuklir dalam menggapai tujuannya.
![]() |
| Lambang dari GLA. (Sumber) |
Tema "baik vs jahat" juga cukup kentara di dalam game. AS digambarkan sebagai pihak yang berkeinginan menciptakan perdamaian dunia & tidak pernah memakai senjata kimia, sementara GLA sebagai pihak antagonis diperlihatkan tidak segan-segan mengorbankan penduduk sipil & memakai senjata kimia yang mematikan. Lebih lanjut, GLA memiliki banyak sentuhan berbau Timteng seperti arsitektur yang didominasi kubah, orang-orang dengan aksen & penampilan yang mirip masyarakat Timteng pada umumnya, & pemakaian pedang serta belati Arab pada lambang kubu GLA. Dengan melihat perbandingan-perbandingan tersebut, rasanya bukan hal yang tak berdasar jika lantas ada yang memandang miring muatan-muatan dalam game Generals.
SEJARAH (VERSI GAME)
- Command & Conquer : Generals
Tahun 2020, GLA menyerang & meledakkan sebuah truk bermuatan nuklir di tengah-tengah parade militer pasukan Cina di ibukota Beijing. Insiden tersebut jelas menampar Cina yang kemudian memutuskan untuk memusnahkan GLA dari daratan Cina. Keinginan tersebut terwujud setelah Cina mengerahkan kekuatan militer daratnya yang superior. Kendati berhasil melenyapkan keberadaan GLA di daratan Cina, Cina belum puas & merasa bahwa melenyapkan markas utama GLA di Asia Tengah adalah satu-satunya cara untuk mengakhiri ancaman GLA ke Cina selama-lamanya. Cina pun kemudian mengirimkan pasukannya ke kota-kota penting di Asia Tengah yang selama ini diduduki GLA. Pertempuran berjalan sengit. Pasukan GLA sempat melawan sekuat tenaga, namun gagal sehingga satu per satu kota-kota di Asia tengah yang sebelumnya diduduki GLA berhasil direbut oleh Cina.
![]() |
| Pasukan GLA saat meluncurkan roket dari fasilitas Baikonur. (Sumber) |
Melihat semakin besarnya ancaman GLA terhadap keamanan dunia, AS pun memutuskan untuk mengirimkan pasukan ke Timur Tengah (Timteng) & Asia Tengah. GLA yang terdesak oleh aksi-aksi pasukan AS sempat setuju untuk berunding dengan PBB, namun negosiasi itu berakhir dengan kegagalan setelah perwakilan dari PBB terbunuh oleh sebuah aksi bom bunuh diri dari pasukan GLA. Dalam perkembangannya, GLA juga berhasil mengajak seorang jenderal pasukan Cina untuk bergabung dengan mereka, namun pasukan gabungan keduanya berhasil dikalahkan oleh AS dengan bantuan Meriam Partikel (Patricle Cannon) - senjata yang memancarkan sinar laser raksasa dari langit. Pasukan AS yang dibantu oleh pasukan Cina akhirnya berhasil menghancurkan markas besar GLA di Akmola, Kazakstan, & secara efektif mengakhiri aktivitas GLA - untuk sementara waktu.
- Command & Conquer : Generals Zero Hour
Meskipun markas besar milik mereka di Akmola berhasil dihancurkan, GLA masih menguasai fasilitas peluncuran roket Baikonour & kemudian memakainya untuk meluncurkan sebuah roket ke pangkalan militer AS di Eropa utara. AS bertindak sigap & berhasil menghancurkan fasilitas peluncuran roket tersebut lewat serangan udara. Tak lama kemudian, AS mendapatkan informasi seputar Dr. Thrax, pemimpin GLA yang juga berprofesi sebagai pengembang senjata kimia. Setelah melalui sejumlah pertempuran, AS berhasil menemukan markas Dr. Thrax & roket-roket bermuatan senjata biologis miliknya yang siap diluncurkan ke berbagai penjuru dunia. Berkat bantuan kelompok-kelompok pembelot GLA yang khawatir Dr. Thrax akan membunuh banyak orang dengan senjata biologisnya, AS berhasil mengamankan roket-roket tersebut & membunuh Dr. Thrax.
| Kapal induk AS saat diserang GLA dengan Meriam Partikel. (Sumber) |
Di tengah gegap gempita pasukan GLA usai keberhasilan mereka menguasai Eropa, sebuah roket nuklir dari Cina tiba-tiba menghantam markas mereka. Cina melakukan hal tersebut sebagai balasan atas tindakan GLA yang mencuri persenjataan dari Cina & memakainya untuk menguasai Eropa. GLA sempat melakukan serangan balik ke wilayah Cina, namun serangan tersebut berhasil dipatahkan. Tak lama kemudian, Cina mendapat permohonan dari para pemimpin Eropa untuk mengusir GLA dari tanah Eropa. Cina menyanggupi permohonan tersebut & melalui sejumlah serangan terkoordinir ke kota-kota di Jerman, Cina berhasil meraih dukungan internasional & mengakhiri kekuasaan GLA di Eropa. Sejak saat itu, Cina muncul sebagai negara adidaya yang baru menggantikan AS, sementara anggota-anggota GLA yang tertangkap disidang oleh pengadilan internasional.
STRUKTUR ORGANISASI
![]() |
| (Searah jarum jam dari pojok kiri atas) Pangeran Kassad, Jenderal Mohmar, Jenderal Rodall Juhziz, & Dr. Thrax |
Di sisi lain, struktur organisasi GLA yang rumit bisa menjadi bumerang karena hal tersebut bisa menimbulkan perpecahan di dalam tubuh GLA sendiri ketika tokoh-tokoh penting dalam tubuh GLA sama-sama terobsesi untuk menjadi pemimpin tertinggi GLA. Contoh paling mudah bisa dilihat di mana seusai kematian Dr. Thrax selaku pemimpin tertinggi GLA saat itu, Jenderal Mohmar & Pangeran Kassad terlibat konflik untuk menjadi pemimpin GLA yang berikutnya. Tidak jarang pula kelompok-kelompok dalam tubuh GLA membelot ke pihak-pihak luar ketika merasa tidak puas dengan aktivitas organisasi atau pemimpin mereka.
Ada banyak tokoh penting dalam kubu GLA, namun dari sekian banyak tersebut ada 4 tokoh yang paling terkenal di mana masing-masing dari keempatnya memiliki metode perang favorit & spesialisasinya sendiri-sendiri. Berikut adalah nama-nama & spesialisasi mereka di medan perang :
- Jenderal Mohmar "Deathstrike" (spesialisasi : tidak diketahui)
- Dr. Thrax (spesialisasi : senjata biologis / toxin)
- Jenderal Rodall "Demo" Juhziz (spesialisasi : bahan peledak / demolition)
- Pangeran Kassad (spesialisasi : perang gerilya & kamuflase / stealth)
KARAKTERISTIK
GLA sebagai suatu kelompok rahasia yang memiliki jangkauan global memiliki cita-cita untuk menciptakan tatanan dunia baru yang bebas dari imperialisme. Hal tersebut yang menyebabkan organisasi tersebut selalu memusuhi & dimusuhi AS & Cina selaku pihak-pihak adikuasa (superpower). Di lain pihak, cita-cita GLA tersebut berhasil menarik simpati kelompok masyarakat kelas bawah yang mendiami negara-negara dunia ketiga di kawasan Afrika & Asia sehingga GLA bisa merekrut banyak simpatisan sebagai anggota kelompok mereka. Untuk membantu menyebarkan pengaruh & opininya, GLA juga memiliki stasiun televisi sendiri yang bernama ARC News.
![]() |
| Menerjunkan pasukan dalam jumlah besar sekaligus ke medan perang bukanlah masalah bagi GLA. (Sumber) |
GLA juga menerjunkan kendaraan tempur (vehicle) di mana banyak dari kendaraan tempur utamanya merupakan kendaraan tempur generasi lawas alias sudah usang. Untuk mengantisipasinya, GLA memodifikasi kendaraan-kendaraan tersebut & bahkan memakai kendaraan biasa yang dipasangi senjata sebagai tambahan armada kendaraan tempurnya. Beberapa contoh kendaraan tempur hasil modifikasi milik GLA adalah tank bermeriam kecil yang dipasangi peluncur roket (Scorpion), truk yang dilengkapi dengan meriam anti udara (Quad Cannon), hingga traktor dengan penyembur racun di bagian atasnya (Toxin Tractor). Secara keseluruhan, kendaraan tempur milik GLA tidak terlalu kuat, namun sangat fleksibel karena mayoritasnya bisa bergerak cepat & memperkuat dirinya sendiri dengan cara memungut sisa-sisa rongsokan dari kendaraan lain yang sudah hancur.
Tidak seperti AS maupun Cina, GLA tidak memiliki pasukan udara sama sekali - selain pesawat kargo yang mereka gunakan untuk menjatuhkan bom. Lantas, apakah hal tersebut menjadi kelemahan besar bagi GLA? Nyatanya tidak. GLA memang tidak memiliki pasukan udara, namun mereka memiliki solusi alternatif yang sangat efektif : Jaringan Terowongan (Tunnel Network). Dengan membangun beberapa terowongan di sejumlah titik penting, pasukan GLA bisa berpindah tempat dengan cepat. Lebih lanjut, GLA juga bisa membangun beberapa pintu terowongan di sekitar markas musuh sebagai cara untuk melakukan serangan mendadak ke markas musuh & melarikan diri dengan cepat. Selain untuk berpindah tempat, GLA juga memakai jaringan terowongan bawah tanah untuk mengangkut persenjataan & menyembuhkan pasukan mereka.
![]() |
| Senjata pamungkas milik GLA : SCUD Storm. (Sumber) |
Kendati GLA memiliki teknologi yang tidak semaju teknologi milik kubu AS maupun Cina, GLA tidak benar-benar primitif karena mereka masih memiliki sejumlah teknologi efektif untuk membantu mereka berimprovisasi di medan perang. Beberapa teknologi tersebut antara lain teknologi radar pengintai, kamuflase optik, senjata biologis antraks, & roket dengan daya jelajah tinggi. Dari sekian banyak persenjataan milik GLA, senjata pamungkas milik GLA yang paling ditakuti adalah SCUD Storm yang bisa menembakkan 8 buah roket raksasa dengan daya jelajah & daya rusak amat tinggi. Dikombinasikan dengan kemampuan GLA mengoperasikan markas tanpa memerlukan pembangkit energi (power plant) & mengumpulkan dana serta tambahan persenjataan dari pasar gelap (Black Market), GLA pun menjadi kelompok yang selalu siap menebar ancaman bagi pihak-pihak yang berseberangan dengan mereka....
REFERENSI
BBC News - German anger at 'violent' Iraqi game
Command & Conquer Wiki - Global Liberation Army (Generals)
Command & Conquer Wiki - GLA War
GameFAQs - Command & Conquer : Generals FAQ / Walkthrough by Deuce ex Defcon
GameReplays.org - The History of RTS : Command and Conquer : Generals
GameSpot - Command & Conquer : Generals Updated Preview
Wikipedia - Command & Conquer : Generals
Wikipedia - Command & Conquer : Generals Zero Hour
(Video Game) 2003. "Command & Conquer : Generals". EA Games, AS.
(Video Game) 2003. "Command & Conquer : Generals Zero Hour". EA Games, AS.
COBA JUGA HINGGAP KE SINI...







7 komentar:
kalau main gengerals,paling demen jadi GLA.emang sih,dalam game ini terkesan banget politisnya(makanya aku plg demen pakai GLA,soalnya anti sama USA) tapi whateverlah.overall,keren bgt game ini.
wah game kyk gini yg bikin saya takut nnti ketagihan main,,hehe
Aaaaargh! Saya gak maen C&C General! >.<'
ane demen main game ini dulu, tapi sekarang enggak lagi karena dulu mainnya keseringan
GLA gacoan ane tuh klo maen comand conquare
GLA keren tuh, punya terowongan sakti ama gak usah bikin power plant. gacoan ane dah
Hidup GLA, ada black market nya... unlimited money... yes sir, okok i'm work
Poskan Komentar