FAUNA       HIBURAN       SEJARAH    •   Cari Artikel...

26 Juli 2010

Tokek Rumah, Ahlinya Memanjat Dinding




Seekor tokek yang sedang menjilati matanya.

Salah satu hewan unik yang cukup populer bagi manusia adalah tokek rumah atau singkatnya tokek (Gekko gecko). Di barat, tokek lebih dikenal sebagai "tokay gecko" untuk membedakannya dari "gecko" atau kadal cicak jenis lain. Tokek pada dasarnya adalah sejenis cicak atau lebih tepatnya cicak terbesar di dunia karena mereka bisa tumbuh hingga ukuran 35 cm. Mereka hanya ditemukan di wilayah India timur hingga Asia Tenggara (termasuk Indonesia tentunya).

Seperti halnya cicak, tokek merupakan hewan soliter (penyendiri) yang hidup arboreal (tempat yang jauh dari permukaan tanah) di mana mereka tidak segan-segan menyerang tokek lain yang memasuki wilayahnya. Mereka merupakan hewan yang aktif di malam hari & hidup dari memakan serangga beserta hewan-hewan kecil. Ciri khas utama tokek tentu saja keahlian mereka untuk menempel di permukaan yang tidak horizontal. Rahasia utama kenapa mereka bisa menempel & berjalan-jalan di dinding adalah adanya rambut-rambut halus berukuran sangat kecil pada telapak kaki mereka yang membantu mereka melekat ke permukaan. Tokek juga memiliki fisik yang agak pipih untuk membantunya memasuki celah-celah sempit.



TEKNIK PERTAHANAN DIRI

Tokek memiliki banyak cara untuk mempertahankan diri dari musuhnya. Cara yang paling umum adalah mereka memakai pewarnaan kulit mereka yang berbercak-bercak untuk berkamuflase di mana mereka bisa membuat kulitnya terlihat lebih terang atau lebih gelap. Jika mereka ketahuan & tertangkap, maka tokek itu bisa memakai metode pertahanannya yang khas - melepaskan ekornya. Ekor yang baru lepas tersebut akan menggeliat-geliat sehingga musuhnya jadi memperhatikan ekornya, sementara tokek akan melarikan diri ke tempat aman. Tokek bisa menumbuhkan kembali ekornya yang putus dalam waktu 3 minggu, namun ekor yang baru tumbuh itu biasanya tidak sepanjang ekor yang lama.

Tokek yang sedang menempel
di dinding. (Sumber)
Cara lain tokek membela diri - yang juga membuat orang yang belum berpengalaman takut untuk memegangnya - adalah dengan menggigit. Gigitan tokek sangatlah kuat sampai-sampai ada pepatah, tokek tidak akan melepaskan gigitannya sampai petir menyambar. Suatu pepatah yang cenderung hiperbolik & tidak ada dasar pembenarannya. Hal yang melegakan adalah walaupun gigitan tokek menyakitkan, tokek tidak memiliki taring besar atau beracun sehingga gigitannya tidak pernah sampai mematikan. Untuk mengamati & menyentuh tokek, maka orang biasanya akan memakai benda-benda yang agak panjang semisal ranting sebagai umpan untuk digigit sehingga tokek tersebut selanjutnya bisa diteliti dengan aman.



ORANG TUA YANG KANIBAL

Tokek menampilkan diformisme seksual alias perbedaan fisik antar kelamin. Tokek jantan secara keseluruhan memiliki fisik yang lebih besar & kulit warna-warni yang lebih cerah dibandingkan tokek betina. Tokek jantan juga memiliki semacam tonjolan kecil di pangkal ekornya. Tonjolan tersebut merupakan penis yang membantu tokek jantan dalam proses perkawinan. Mengenai perkawinannya, tokek memiliki musim kawin yang terjadi selama 4 - 5 bulan, namun waktu musim kawinnya sendiri tidak spesifik & bervariasi.

Ketika tiba waktunya kawin, jantan akan mengeluarkan suara - yang bagi orang-orang disini terdengar seperti "tok-kek" - untuk mengundang betinanya datang ke wilayahnya, namun akan mengusir pejantan lain. Ketika betina datang, tokek jantan akan menggigit bagian leher betina & kemudian menindihinya. Tokek betina bisa menyimpan sperma hasil perkawinan sehingga ia bisa bertelur berkali-kali hanya dari satu aktivitas perkawinan. Tempat-tempat yang dipilih tokek betina untuk menaruh telurnya biasanya berupa celah seperti celah di pohon, tembok, & bebatuan.

Bayi tokek yang baru menetas. (Sumber)
Baik tokek jantan maupun tokek betina ikut serta dalam menjaga telur-telurnya hingga menetas. Namun hal yang unik adalah, dalam tangkapan salah satu dari kedua tokek indukan tersebut (terutama yang jantan) tidak jarang memakan telur-telurnya sendiri. Setelah sekitar 2 - 4 bulan, telur tokek akan menetas & dari dalamnya muncul tokek kecil yang ukurannya bisa mencapai 3 hingga 4 inci. Tokek yang baru menetas selanjutnya sudah harus mencari makan sendiri & akhirnya mencapai periode kematangan seksual pada umur 1 - 2 tahun.



TOKEK & MANUSIA

Tokek banyak dipelihara oleh manusia dengan berbagai alasan, mulai dari sebagai hewan peliharaan semata, pembawa keberuntungan, membantu mengontrol populasi serangga hama, hingga sebagai bahan makanan & obat-obatan. Harga mereka di pasaran juga bervariasi di mana tokek tertentu yang dianggap sebagai pembawa keberuntungan harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah, sementara yang lainnya dijual seharga beberapa ribu dengan hitungan per kilo.

Oleh karena banyak dicari, belakangan mulai banyak orang yang membudidayakan tokek. Membudidayakan tokek pada dasarnya sederhana karena hanya perlu menyediakan sangkar khusus berukuran kecil & terpisah-pisah agar tokek tidak saling menyerang. Hal yang perlu diperhatikan adalah tokek bisa menyelinap keluar kandang yang tidak tertutup rapat karena ia bisa memanjat. Tokek juga sangat mudah stress bila kandangnya selalu dipindah-pindah.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Reptilia
Ordo : Squamata
Subordo : Sauria
Famili : Gekkonidae
Genus : Gekko
Spesies : Gekko gecko (Linnaeus, 1758)



REFERENSI 

Animal Diversity Web - Gekko gecko : Information
ReptileChannel.com - Tokay Gecko Breeding and Care Information
Wikipedia Indonesia - Tokek 


           
COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

7 komentar:

  1. Wah menarik banget ya mengamati dunia tokek. Biarpun tulisan ini berasal dari berbagai sumber tapi saya pikir postingan semacam ini memang sangat bermanfaat khususnya buat menambah wawasan kita. Keep blogging ya sob, mau tukeran link juga boleh..

    BalasHapus
  2. kalau kadal tumbuh ekornya berapa lama ya bro?

    BalasHapus
  3. @anonim

    Kadal apa dulu? Kadal spesiesnya macam-macam & tidak semua kadal bisa memutuskan ekornya untuk mempertahankan diri.

    Kalau tokek sendiri butuh waktu sekitar 3 minggu untuk menumbuhkan kembali ekornya yang putus sampai utuh.

    BalasHapus
  4. Tokek persis spt di foto itu yg bbrp wkt ini seing keliling di rumah saya. super jijik semi ngeri liatnya. Cara mengusir supaya ga akan balik lagi gimana ya. Tanpa perlu dekat2 pastinya..?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau ingin menghilangkan tokek sekaligus mendapat kepastian kalau tokeknya sudah benar-benar hilang sih, tokeknya ditangkap aja pakai jala yang tongkat gagangnya panjang. Terus tokeknya dimasukin ke karung & dibuang di tempat yang jauh.

      Tapi kalau anda memang terlalu takut untuk menangkap tokek, solusinya ya anda harus membuat rumah anda bebas dari serangga (khususnya ngengat) supaya tokeknya kekurangan makanan & akhirnya pergi ke tempat lain. Caranya ya dengan membuat rumahnya bersih, menutup semua lubang sama celah di rumah yang bisa dipakai tokek untuk bersembunyi, & memastikan semua bagian dari rumah selalu terkena cahaya supaya nggak lembab.

      Hapus
  5. oya, kenapa telur tokek tuh bisa nempel di tembok,?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ketika telur tokek baru keluar dari tubuh betina, telurnya masih lunak & berlendir. Lendir inilah yang membuat telur tokek bisa menempel ke permukaan benda padat lainnya. Lalu ketika telur tokek mengeras, lendirnya juga ikut berubah menjadi keras sehingga lapisan luar telur tokek jadi terkesan menyatu dengan permukaan benda tempatnya melekat.

      Hapus




Silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini, selama tidak mengandung unsur pornografi, provokasi SARA, kata-kata kasar, & link berbau iklan. Bila anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel, silakan menuju "PUSAT LOGISTIK" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.