FAUNA    |    HIBURAN    |    SEJARAH    |   Cari Artikel...

Senin, 12 Juli 2010

Selada Laut


Selada laut dari spesies Ulva lactuca.

Ada berbagai macam makhluk hidup yang tinggal di laut. Salah satu dari makhluk hidup tersebut adalah alga. Apa itu alga? Alga merupakan kelompok tumbuhan yang berklorofil yang terdiri dari satu atau banyak sel dan berbentuk koloni. Ada banyak jenis alga yang ada di dunia & semuanya hidup di air, namun pembahasan pada artikel ini akan difokuskan pada salah satu jenis alga yang paling populer, alga Ulva. Ulva merupakan salah satu jenis alga yang dalam bahasa orang awam disebut sebagai "selada laut". Nama itu diberikan karena penampilannya yang sepintas memang mirip selada.

Ulva sendiri sebenarnya merupakan nama salah satu genus alga anggota filum Chlorophyta (alga hijau). Ada 5 spesies yang termasuk dalam genus Ulva : Ulva pertusa, Ulva fasciata, Ulva rigida, Ulva linza, dan Ulva lactuca. Semua anggota genus Ulva memiliki ciri khusus berupa daun hijau dengan bentuk melebar mirip selada dan bagian mirip tangkai yang berfungsi sebagai tempat melekat ke substrat. Di antara kelima spesies anggota genus Ulva tersebut, yang paling terkenal adalah Ulva lactuca karena di banyak daerah sudah dimanfaatkan oleh manusia.

Ulva tersebar di berbagai wilayah perairan dangkal di seluruh dunia, terutama di wilayah pantai berbatu-batu. Mereka sejauh ini sudah ditemukan di Eropa, seluruh Benua Amerika, Kepuluan Karibia, Afrika, kepulauan di Samudera Hindia, Asia timur hingga selatan, Australia, dan Selandia Baru. Di banyak wilayah di dunia, Ulva banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Di Jepang misalnya, makanan yang memakai Ulva sebagai bahan bakunya dikenal dengan nama "aosa", sementara di daerah Britania Raya (daratan Inggris dan Skotlandia) alga ini banyak dijadikan sup dan salad. Karena manfaatnya yang besar bagi manusia dan jumlahnya yg melimpah, alga ini banyak diambil dan dibudidayakan secara massal oleh manusia. Ulva juga menjadi salah satu bagian penting bagi rantai makanan setempat. Hewan seperti manatee (sejenis duyung) misalnya, diketahui mengkonsumsi alga Ulva sebagai makanannya.

Siklus hidup dari selada laut. (Sumber)
Ulva bereproduksi secara seksual dengan cara menghasilkan spora. Prosesnya cukup unik karena Ulva menghasilkan tanaman haploid (berkromosom tunggal/n) dan diploid (berkromosom ganda/2n) secara bergantian. Tanaman dewasa dengan gen diploid memproduksi spora haploid melalui pembelahan meiosis. Spora tersebut selanjutnya akan tumbuh menjadi tanaman dewasa jantan & betina yg masing-masing haploid. Kedua tanaman yang berbeda kelamin tersebut pada masa reproduksinya akan melepas gamet haploid kelaut & dalam prosesnya, kedua gamet tersebut akan bergabung membentuk spora diploid. Spora diploid itu lalu menempel ke substrat yang keras dan tumbuh menjadi tanaman diploid untuk kemudian mengulangi proses di atas ketika mencapai kematangan seksual.

Ulva oleh para ahli dianggap sebagai sumber makanan yang sehat bagi manusia. Hal tersebut karena sebagai salah satu anggota dari rumput laut, Ulva mengandung serat sehingga memakan Ulva dalam jumlah besar membantu memperlancar pencernaan orang yg memakannya. Ulva juga memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi. Hal tersebut merujuk pada fakta bahwa Ulva yang dikeringkan mengandung 18,7% air, 14,9% protein, 0.04% lemak, 50.6% gula tepung, dan 0.2% serat. Adapun vitamin dan mineral yang ada dalam Ulva antara lain vitamin A (jumlahnya sama dengan yg terkandung dalam kubis), vitamin B1, vitamin C, serta iodin (jumlahnya 31 ppm).

Ulva walaupun di satu sisi memiliki manfaat besar bagi manusia, di sisi lain jika tidak ditangani secara benar ternyata juga bisa menjadi masalah baru bagi manusia. Belum lama ini misalnya -tepatnya pada bulan Agustus 2009 - sejumlah besar Ulva hanyut ke daratan pantai di Brittany, Perancis. Alga Ulva yang tertumpuk di sana selanjutnya mengalami proses dekomposisi sehingga melepas gas beracun hidrogen sulfida dan mengancam kesehatan masyarakat setempat. Fenomena berbahaya ini menurut sejumlah pengamat lingkungan disebabkan oleh pemakaian pupuk & pelepasan nitrat dari peternakan setempat secara berlebihan ke pantai sehingga memicu kematian massal bagi Ulva yang ada di sana.



KLASIFIKASI

Domain : Eukarya
Filum : Chlorophyta
Kelas : Ulvophyceae
Ordi : Ulvales
Famili : Ulvaceae
Genus : Ulva (Linnaeus, 1758)



REFERENSI

Faculty of Science, The University of Auckland - Sea Lettuce, Ulva
Wikipedia - Sea lettuce
Wikipedia - Ulva lactuca


              
COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

Tidak ada komentar: